Kamis, 28 Oktober 2010

Masang Kubuntu 10.10

Istilahnya nggak mau ketinggalan dengan konco-konco yang juga nyoba ubuntu 10.10 yang sudah rilis sejak 10 Oktober kemarin. Sore ini ternyata, kesampaian juga nginstal ubuntu. Tetapi lebih memilih yang versi #kde untuk tampilannya. Ya karena kepingin dengan yang dipasang di leptopnya pak @go2n yang sepertinya tampilannya kelihatan "indah" XD. 

Ada beberapa kendala dalam proses penginstalan kubuntu kali ini. Ceritanya begini, nginstal kubuntunya kan dari live usb, dan kebetulan masang kubuntu nya pada flashdisk menggunakan startup disk creator punyanya ubuntu 10.04. Proses pemasangannya lancar saja. Dan kendala itu muncul ketika komputer ini boot dari usb. Ada Ada tulisan "unknown keyword in configuration" dan macet di prompt boot:_*mboh opo kui maksute :)) *. coba sembarang masukkin command, seperti misalnya langsung ketik boot: /casper/vmlinuz ..eh, malah boot OS yang ada di komputer. Setelah menyerah, googling lah dan ada sebuah solusinya, yaitu cari file syslinux.cfg pada direktori syslinux. kemudian cari baris ui gfxboot bootlogo. Dan hapus kata 'ui' di depan gfxboot bootlogo tadi. Kemudian simpan dan boot via usb. bisa deh... 

Setelah terinstal, muncul masalah baru. Komputer saya kok jadi lumayan lambat ketimbang biasanya ya. *Bahkan bisa dibilang lambate ra ketulungan :))*. Eh. ternyata memang komputer saya dengan spek jadulnya itu kabotan atau kurang roso untuk menjalankan kde. Wah, sepertinya harus ditunda ini. 

Ya jadi kesimpulannya untuk beberapa hari ini bertahan dulu dengan ubuntu+kde / kubuntu * siapa tau komputer bisa jadi cepat lagi :D *, dan ganti ke ubuntu yang lumayan ringan. Dan untuk mencoba kde nya itu besok lagi aja, nunggu apgred spek komputer biar sama-sama enaknya :)). * komputer kerjanya nggak ngoyo, saya bisa menikmati "keindahan" kdenya. Dan KDe bekerja penuh semangat. * #halah.   

Minggu, 17 Oktober 2010

tentang pirated software

Assalamualaikum pembaca sekalian.

Judule sangar yo, pirated software, mbuh apa itu artinya. Tapi menurut google translate itu artinya software bajakan. Sengaja cari topik yang nyenggol masalah ini, soalnya kemarin pas awal-awal masuk kuliah terdapat sebuah wacana ..., jangan terlalu idealis dengan open source, (karena materinya mmmm..... based :D) hihihi. Kalau menurutku begini, simpel saja ini cuma masalah belum kuat beli lisensinya saja. Kalau memang sudah mampu ya kenapa tidak. Toh nggak ada ruginya juga pake perangkat berbayar justru malah menambah pengalaman kita. Jadi intinya saya bukan begitu idealis dengan linux :D. Ya kan bisa didobel2 OS nya,

Install ulang, cari crack2an dll. sebenarnya itu adalah sebuah hal yang mudah. Lha bagaimana tidak wong itu di internet banyak dan di masyarakat kita itu menurutku sangat membudaya :D.

Btw iki malah terus rada serius ya, bacutke aja ya.

Konkritnya begini, kalau belum punya biaya untuk beli yang asli dan disekitar kita belum ada yang punya asli kan tentu saja solusi paling gampang kan mbajak tadi. nah.. dengan melakukan kegiatan tersebut, tentu saja kita telah melakukan beberapa hal.
Pertama tentu saja kita telah merugikan orang lain, terus kemudian ditilik dari segi hmm... bisa dibilang spiritual, dalam kita mencapai sebuah tujuan, gampangannya kita telah melakukan hal yang tentu saja tidak dibenarkan *haram* karena bisa digolongkan merampas hak-hak orang lain (hak cipta). Dan apabila dalam proses mencapai tujuan kita (menuntut ilmu, dsb), terdapat sebuah unsur tersebut. Takutnya, membuat kegiatan yang kita lakukan itu tidak barokah. Tentu saja kita nggak mau itu kan ?

Ya begitulah, itulah sekiranya pandangan saya mengapa begitu membatasi diri dengan perangkat lunak berbayar. :)

semua itu juga bergantung niat dan kemauan kita, Dimana kemauan disitu pasti ada jalan. Jangan kotori proses "menjadi" pada diri kita ini dengan cara potong kompas untuk mencapai tujuan karena masih banyak solusi alternatif lain yang lebih oke. #halah


wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 14 Oktober 2010

masuk kelas lagi

11 Oktober kemarin, adalah hari pertama masuk kuliah lagi. Memang ada rasa kangen untuk kembali masuk kelas. Belajar lagi, karena di semester ini tentunya ada pelajaran yang diberikan berbeda lagi. *Suasana baru gitu loo*. Dan berarti pas nulis tulisan ini, adalah sudah masuk kuliah tiga hari dan ke-empat untuk nanti siang. Dan kebetulan juga berarti dalam semester ini, saya sudah memasuki semester yang ketiga.

Melihat semua mata pelajaran baru, ..eh, mata kuliah maksudnya adalah menjadi sebuah tantangan baru untuk diselesaikan dengan hasil yang lebih baik dari kemarin. Istilahnya kita anggap saja pada semester kemarin adalah penjajakan untuk suasana kampus, bagaimana kondisi teman-teman di kampus dan lain sebagainya. 

Dan masuk pada chapter jadwal, kebetulan saya kebagian yang seperti ini. Coba amati saja *yang kelas A*, Pada umumnya jadwal seperti ini tidaklah menjadi masalah, Berhubung saya bolak-balik kampus rumah, jadi melihat jadwal seperti itu adalah kurang begitu suka :). Mau nggak mau paling tidak dalam beberapa hari harus menunggu di kampus selama lebih dari 3 jam. 

Kabar gembiranya katanya itu hanya jadwal sementara, jadi oke-oke saja *dan semoga segera dirubah menjadi yang lebih padat #halah*. 
Oke, jadwal tidak menjadi masalah. Sekarang yang penting mari kita jadikan semester ini menjadi lebih baik dari kemarin. iyo ra mbas (mas & mbak sekalian) ? 

Sabtu, 09 Oktober 2010

Komputerku sudah ngonline ... xd

Menyambung postingan yang tadi, :)).. #halah ..biasa tweeeps.. masih terkena pengaruh euforia modem anyar. *halah modem anyar XD. Kali ini ingin sedikit curhat seputar liku-likunya mengkoneksikan komputer di rumah yang notabenenya menggunakan os ubuntu 10.04 lucid dengan modem merk zte 626. 

Ternyata modem merk ini otomatis ndetek awalnya dikenali sebagai media storage atau sebagai media penyimpan bukan sebagai modem. Nah, karena ndeteknya sebagai storage tentu saja ada isinya storage tersebut, yaitu berisi file installer yang fungsinya untuk menggunakan atau mengelola modem tersebut. Dan jeleknya file installer tersebut untuk windows, nggak bisa untuk linux.

Setelah buka gugel dan tanya kemari, diperoleh sebuah kesimpulan bahwasannya diperlukan sebuah cara untuk menswitch modem tersebut ke fungsi fitrahnya yaitu sebagai modem. bukan sebagai media storage.  *kalimatnya mbulet-mbulet ya ? :P. Kemudian katanya ada beberapa cara untuk menswitch benda tersebut agar dikenali sebagai modem. Dan saya menggunakan usb_modeswitch.

Dan, ada cerita menarik mengenai usb_modeswitch ini, waktu itu kan gugling dan sekalian cari2 source file tersebut untuk dipasang dirumah, maka sekalian juga download usb_modeswitch. Ternyata, di ubuntu lucid ini usb_modeswitch sudah ada tooo. wah. ternyata ....

Langkah-langkah penggunaannya nggak begitu rumit ini. t
tak contoni, tapi ini asumsinya pada ubuntu 10.04 lo ya : 

1. pertama pasang modem usbnya tadi (ini yang tak maksud yang zte 626 lo, yang lain rareti aku :D)
2. kemudian tunggu beberapa saat *ben bersiap-siap dulu modemnya biar bisa digunakan :)). lalu ketik #lsusb dan lihat produk id sama vendor id nya, kalo punyaku ini :  

Bus 001 Device 002: ID 19d2:2000 ONDA Communication S.p.A. ZTE MF627/MF628/MF628+ HSDPA
 
3. lalu buka usb_modeswitch di /etc/usb_modeswitch.conf, dan cari tulisan yang nyinggung zte 626. kemudian hilangkan tanda pagar (#) dan titik koma (;) pada yang section yang nyenggol zte 626 jadi seperti ini : 

########################################################
 ZTE MF628+ (tested version from Telia / Sweden)
 ZTE MF626
 ZTE MF636 (aka "Telstra / BigPond 7.2 Mobile Card")

 Contributor: Joakim Wennergren

DefaultVendor=  0x19d2
DefaultProduct= 0x2000

TargetVendor=   0x19d2
TargetProduct=  0x0031

# only for reference
 MessageEndpoint=0x01

MessageContent="55534243123456782000000080000c85010101180101010101000000000000"

# if that command doesn't work, try the other ("eject" 
MessageContent="5553424312345678000000000000061b000000030000000000000000000000"
 ########################################################

4. Kemudian simpan lalu jalankan, #usb_modeswitch -W -c /etc/usb_modeswitch.conf lalu enter
5. Cek apakah modem sudah dikenali dengan ketik #lsusb. Punyaku jadi begini :

Bus 001 Device 005: ID 19d2:0031 ONDA Communication S.p.A. ZTE MF636
 
6. Untuk lebih meyakinkan, cek apakah sudah ada ttyUSB2 nya (mbuh tty ki maksute opo XD). dengan menjalankan #dmesg | grep tty
7. Kalau sudah ada berarti sudah siap digunakan modemnya, tinggal pilih mau pake modem-manager atau wvdial untuk ndial-nya monggo :)

[  464.091359] usb 1-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2



Yogyakomtek 2010

Menurut kabar-kabar dari teman-teman ngonline, ada yang mengatakan kalau pameran yogyakomtek 2010 kali ini seperti pasar. Pengunjungnya banyak banget. Jadi penasaran, Tanggal 6 Oktober kemarin aku dolan neng JEC lo dabs. Berangkat kira-kira pukul 3 Sore. Sampai di depan gedung agak takjub melihat parkiran motor yang sampai ke tepi jalan raya. Wah,,, Sesaat pada waktu itu, ada keinginan untuk mengurungkan niat dan langsung capcus pulang or dalam istilah ngetren dalam bahasa jawanya ngucir.  *soalnya medeni a.k.a serem liat orang-orang banyak :D*, tapi nggak jadi. 

Terus parkir kendaraan, mbayarnya sekarang sewu limangatus rupiah, agak berbeda sedikit dari pameran sebelumnya. Terus masuk'ane mbayar tiga ribu rupiah. Dan tak kalah serunya, antri di loket pembelian tiket masuk pun lumayan panjang tweeps. Animo masyarakat tentang teknologi informasi memang sudah kian hari kian besar, Terbukti dengan membludaknya pengunjung di pameran komputer itu, dan menurut sepengetahuan saya, memang pada waktu pameran2 sebelumnya belum sampai rekor itu. 

Dan, pada pameran itu saya beli modem baru loo tweeps. :)). Pas beli ditanya-tanya sama mbaknya, os nya apa mas? Linux mbak, 
terus mbaknya njawab kalo untuk linux itu nggak bisa mas. Tapi kadung sampai disana, akhirnya beli juga tweeps. Harganya 269 *kira2 kelarangen ora? merknya ZTE 626. 

Dan sampai dirumah tak coba, wah memang benar kata mbaknya. Kemudian gugling dan tanya sana-sini, akhirnya bisa juga. Menggunakan usb_modeswitch

sudah dulu tweeps, disambung kapan2 maneh :). 

end,